Tips Jitu Menggunakan AC Yang Benar Supaya Hemat Listrik & Lebih Awet

Kondisi udara yang semakin hari semakin panas membuat banyak orang mau tidak mau menggunakan alat pendingin ruangan atau biasa dikenal dengan istilah AC. Seperti yang diketahui di zaman yang semakin maju dan modern ini, penggunaan AC pada ruangan semakin banyak diminati dibandingkan kipas angin. Hal tersebut karena selain lebih cepat dingin, harga AC saat ini terbilang cukup terjangkau.

Meski banyak orang yang sudah menggunakan pendingin ruangan jenis ini, sebagian besar orang justru masih belum begitu memahami cara menggunakan alat pendingin ruangan yang satu ini dengan baik dan benar. Padahal jika Ac di gunakan dengan benar akan membuat Ac di rumah akan lebih hemat listrik dan juga tahan lama atau awet. Berikut cara menggunakan AC dengan baik dan benar di bawah ini.

1. Pengaturan Suhu Remote AC di 23 – 25 derajat Celcius

Kebiasaan orang indonesia pasang AC 16 derajat, fan maksimum, mode powerful pula. Giliran tagihan listrik keluar, baru ngedumel sendiri AC kok boros banget sih, hehe. Padahal boros atau tidaknya pemakaian listrik sebuah AC itu tergantung dari cara setting remotenya sehari – hari.

suhu remote AC di 16 derajat

Seharusnya kita jangan memaksa mengatur suhu remote AC di 16 derajat, jika kamu kebiasaan begini udah pasti deh tagihan listrik AC di rumah akan membengkak. Agar tagihan listrik berkurang pastikan pengaturan suhu ada di kisaran 23-25 derajat celcius. Karena pada dasarnya kita yang hidup di daerah tropis tidak sanggup dengan suhu yang 16 derajat.

Mekanisme remote AC adalah mengirimkan sinyal kepada Indoor AC untuk memberitahukan target suhu ruangan yang ingin dicapai. Lalu ketika suhu ruangan itu tercapai, jika AC kamu tipe standard maka kompressor akan mati untuk beristirahat, menjadi mode standby sehingga penggunaan listrik pun ikut turun. Namun jika AC kamu adalah tipe inverter maka kompressor akan sedikit rileks dan mengurangi beban kerjanya sehingga penggunaan listrik menjadi lebih rendah.

Ketika disetting suhu di 23-25 derajat celcius, AC akan mampu untuk mencapai target tersebut, namun coba bayangin jika kompressor ditargetkan untuk mencapai 16 derajat, suhu 16 derajat hampir tidak mungkin dicapai oleh AC, maka kompressor akan terus kerja memaksa diri 100% sepanjang waktu, sehingga tagihan listrik menjadi maksimum. Juga dengan kerja berat seperti ini, masa umur kompressor akan menjadi berkurang.

Lalu apakah jika kompressor mati nyala, bukannya AC malah menjadi boros? Sebagai perbandingan untuk menjawab pertanyaan tersebut, jika kita anggap itungan mudahnya setiap 10 menit sekali kompressor tipe standard mati nyala saat suhu tercapai, berarti siklusnya kurang lebih seperti ini 10 menit mati, 10 menit istirahat, 10 menit mati, 10 menit istirahat. Maka selama 1 jam, kompressor akan bekerja 30 menit, dan beristirahat 30 menit.

Menghitung biaya yang di keluarkan

Anggap kita hitung sederhana saja, setiap 10 menit penggunaan AC maka menghabiskan daya 800 Watt, dan beban listrik setiap mengaktifkan kompressor kembali adalah sekitar 20%. Maka dalam 3 siklus kompressor aktif, total beban listrik adalah 800 * 20% * 3 Kali Siklus = 2.880 Watt. Sekarang kita bandingkan jika AC menyala full 60 menit karena kita setting suhu dalam 16 derajat celcius. Maka kita anggap 10 menit pertama juga dibutuhkan daya 20% untuk mengaktifkan kompressor pertama kali, dan 50 menit sisanya daya normal di 800 Watt. (800 * 20%) + (800 * 5) = 4.960 Watt.

Dari hitungan diatas, jika di suhu di 24 derajat maka jadi hemat cukup banyak karena kompressor tidak bekerja 100%. 2880 Watt vs 4960 Watt. Namun hitungan diatas kami sederhanakan untuk memberikan perbandingan yang mudah, dalam praktiknya banyak variabel lain yang perlu dipertimbangkan.

2. Pastikan Keadaan Ruangan Tertutup Saat Menyalakan AC

Memastikan kondisi ruangan tertutup, sirkulasi udara AC tidak terbuang ke ruangan lain, sehingga suhu udara yang disetting remote dapat tercapai dan kerja AC menjadi efisien dan efektif. Jika kondisi jendela atau pintu terbuka, maka udara dingin AC akan keluar, sehingga pendinginan optimal tidak akan dapat tercapai.

3. Menggunakan AC Jenis Inverter

AC dengan teknologi inverter, memiliki kompressor yang memiliki fungsi motor lebih canggih dan dapat secara fleksibel menurunkan dan menambahkan beban kompressor secara otomatis mengikuti kondisi di dalam dan diluar ruangan. Sehingga ketika di malam hari, kerja kompressor ini akan sangat minimal, sementara di siang hari kerja kompressor akan ada pada kondisi normal.

Kompressor dengan jenis inverter dapat menurunkan daya listrik sampai dengan 30% tergantung seringnya dan bagaimana cara anda menggunakan AC tersebut. AC jenis inverter memiliki harga unit yang lebih mahal, namun secara jangka panjang anda akan balik modal bahkan untung setelah beberapa bulan pemakaian tersebut karena biaya tagihan listrik anda ikut turun.

4. Saat Udara Lembab, Gunakan Mode Dry Pada Remote

Ketika musim hujan, udara menjadi lembab. Jangan gunakan mode Cool, namun ubah settingan remote menjadi mode dry. Mode dry akan menstabilkan kelembapan udara di ruangan dan menjaga suhu udara diruangan tetap adem. Karena ketika udara lembab, badan kita akan merasa lebih gerah.

Saat udara sudah menjadi kering, mode dry ini akan secara otomatis berubah menjadi mode meniup angin dingin tanpa menjalankan kompressor sehingga tidak begitu membutuhkan banyak listrik untuk mendinginkan ruangan.

5. Tidak mematikan AC jika hanya keluar ruangan sebentar

Beberapa orang berpikir, karena ingin sekali mengirit tagihan listrik, mereka mematikan AC saat keluar ruangan beberapa saat, lalu kemudian menyalakan kembali AC setelah beberapa menit kemudian. Dengan cara ini yang terjadi adalah listrik AC kamu malah akan menjadi lebih boros. Lho Kenapa ?

Karena butuh daya yang lebih besar untuk membuat kompressor menyala pertama kali, dibandingkan untuk membuat AC menyala secara konsisten, daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan kompressor bisa sampai 20-30% lebih besar baru kemudian perlahan terus turun ke batas normal. Coba bayangkan lebih berat ngedorong mobil mogok dari posisi berhenti, atau ketika posisi sudah berjalan. Memang memulai segala sesuai itu lebih sulit dibandingkan meneruskan yang sudah berjalan kan ya.

6. Tidak terlalu sering menggunakan mode powerful

Banyak orang yang tidak sabaran ingin segera cepat dingin menggunakan mode powerful pada remote. Mode ini membuat kompressor dan fan bekerja lebih keras dari kondisi normal dan membuat tagihan listrik anda jadi bengkak.

Sesekali boleh menggunakan mode ini jika memang anda butuh pendinginan ruangan yang lebih cepat, tapi hati – hati jika kamu menggunakan tipe AC yang mode powerfulnya tidak otomatis ada timernya, karena jika kelupaan maka mode powerful akan terus berjalan dan penggunaan listrik menjadi boros

7. Menggunakan Settingan Fan Speed di mode paling rendah

Rata – rata AC sekarang ini menyediakan pengaturan fan speed ada yang 3 tingkat, dan ada juga yang 5 tingkat. Sebaiknya gunakan fan speed yang paling rendah atau ditengah – tengah saja, karena pengaturan fan speed yang tinggi akan membuat kerja kompressor lebih keras dan menjadi lebih boros.

Atau boleh juga nyobain mode auto, dimana fan speed akan bekerja sedikit kencang di awal, namun akan perlahan turun ketika suhu udara kembali ke mode normal. Hanya saja pastikan suhu remote yang anda pilih berkisar di 23-25 derajat. Karena jika tidak, AC tidak akan mencapai targetnya dan akan terus berada pada posisi angin yang kencang.

8. Beli AC yang memiliki sensor manusia atau sensor gerak

AC sekarang sudah dilengkapi dengan teknologi sensor yang dapat mendeteksi manusia atau gerakan tubuh. Sehingga disaat tidak banyak pergerakan dan tidak banyak orang di dalam ruangan, maka AC akan dengan otomatis mengurangi kerja kompressornya dan membuat tagihan lebih irit. Sementara disaat AC mendeteksi banyak gerakan dan manusia, AC kamu dengan otomatis bekerja sedikit lebih keras agar udara tetap dingin.

9. Pastikan AC di Service Rutin minimal 3 bulan sekali

Indoor dan Outdoor AC perlu dicuci rutin, karena apabila tidak dilakukan maka debu dan kotoran yang menempel pada suku cadang AC akan membuat kinerja AC lebih berat sehingga kompressor menjadi lebih panas dan membutuhkan daya lebih tinggi untuk mendinginkan ruangan.

3 Bulan sekali merupakan patokan umum, bayangkan dalam 3 bulan berapa banyak debu dan kotoran yang akan menempel di filter dan bagian dalam AC. Selama itu menumpuk dan terus menumpuk tidak dibersihkan maka semakin berkurang efektivitas kinerja AC. Untuk kondisi ruangan yang lebih buruk dan banyak debu, sebaiknya dilakukan pencucian 2 bulan sekali.

Untuk kondisi AC yang 24 jam nyala seperti di kost”an atau tempat usaha, dengan lokasi outdoor yang juga saling berdekatan, maka debu dan kotoran akan menumpuk lebih cepat, biasanya perlu dilakukan servis rutin sebulan sekali.

10. Pastikan PK AC yang anda beli sesuai dengan ukuran ruangan

Terdapat di artikel lain untuk membantu anda menghitung kebutuhan PK yang tepat, atau anda juga dapat menanyakan kepada kami untuk milihin ukuran PK yang tepat dan cocok untuk kamu.

Jika PK terlalu kecil maka kompressor kerja terlalu berat, sehingga listrik akan boros. Sementara jika PK terlalu besar, maka kompressornya juga terlalu besar, penggunaan yang sebaik apapun sudah pasti lebih hemat kompressor 1/2 PK dibandingkan kompressor 1 PK. Ditambah lagi daya tarik awalnya saja sudah beda.